Setelah menurut dokter saya harus beritirahat total karena gejala tipes, maka pada tanggal 12 Februari saya mulai nggenjot lagi.
Ada dua rombongan yang berkumpul di lapangan parkir, mereka (sebagian besar) yang akan menuju Lido-Bedogol dan rombongan kecil yang akan mencari jalur Rancamaya-Cihideung-BNR. Saya memilih yang terakhir karena akibat salah tidur bahu dan tulang belikat kiri agak susah digerakkan.
Akhirnya kami berempat pun berangkat jam 7.30 pagi menuju Tajur dan berbelok ke perumahan untuk menyusuri jalan Biotrop menuju rancamaya. Dengan penuh gelak tawa perjalanan ini dinamakan triathlon karena sepeda digenjot, dituntun dan dipanggul akibat pematang yang licin karena hujan malam sebelumnya.
Setelah sampai di Rancamaya maka kamipun menyebrangi sungai melewati jembatan Kereta Api lalu mendaki jalan macadam menuju Cihideung. Beberapa kali istirahat mesti dilakukan karena jalur yang melelahkan. Akhirnya kami berhenti di Tauge Goreng di daerah Cihideung serta berhenti sekali lagi di Laksa Cihideung yang terkenal. Lalu kamipun menuju Nirwana Resort melewati jalan setapak dan kemudian berpisah untuk pulang ke rumah.
Trip Odometer: 27.2km Maximum Speed: 47.6 km Moving time: 02:34 h Stopped time: 01:31 h Moving Average 10.6km/hFoto-foto adalah milik saudara Dede Irwandi
Pada Minggu keesokan harinya, jam 7 pagi saya nggenjot sendirian di Car Free Day karena anak dan istri sedang ada acara di Ancol. Menyempatkan untuk melihat arus Ciliwung di Sempur dan berkeliling tak tentu rimbanya akhirnya sekitar jam 10 saya memutuskan untuk pulang
Saya merasa agak sehat setelah beberapa hari istirahat di tempat tidur


